Senin, 20 Agustus 2012

Tahukah Kamu??? - Laut Paling Asin


Laut Paling Asin

Tidak semua laut mengandung kadar garam yang sama. Ada laut yang asin, ada pula laut yang kurang asin. Laut yang kurang asin adalah laut yang penguapannya rendah dan air terus-menerus mengalir ke dalamnya. Misalnya, Laut Baltik. Sedangkan laut yang paling asin adalah laut yang penguapannya tinggi dan hanya ada sedikit sekali air yang mengalir atau air hujan. Misalnya, Laut Merah.
Laut Mati sesungguhnya bukan laut, tetapi danau. Danau ini membujur di daerah antara Israel, daerah otoritas Palestina dan Yordania. Di 417,5 m di bawah permukaan laut, merupakan titik terendah di permukaan bumi. Laut mati terletak pada perbatasan antara Yordania dan bagian barat Palestina, laut mati memiliki titik terendah di bumi pada 1.300 kaki (400 m) di bawah permukaan laut. Ia mengandung kira-kira 280 gr garam setiap kilogram airnya. Laut mati sangat asin karena terletak di suatu tempat yang beriklim sangat panas dan kering serta tidak ada sungai yang bermuara padanya. Karena itu, air laut hanya mengalami penguapan, yang menyebabkan suatu larutan garam yang kuat dalam air yang tetap. Oleh karena itu, kadar air garam lebih padat daripada air tawar. Sesuatu atau seseorang dapat mudah terapung di Laut Mati.


Sumber :
  • Ensiklopedi Eksperimen Sains Lengkap Seri Udara dan Air
  • http://id.wikipedia.org

HUJAN

Mengapa Hujan????

Wilayah Indonesia dilewati oleh garis khatulistiwa. Oleh karena itu, beriklim tropis. Negara ini memiliki 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Nah, kali ini kita membahas tentang terjadinya hujan. Berikut sedikit penjelasannya.
Dengan panas matahari, air menguap dari danau, sungai, laut, dari tumbuhan dan kulit kita. Banyak sekali partikel uap air yang naik ke atmosfer mendingin dan mengembun menjadi titik-titik yang kemudian bergabung membentuk awan. Jika uap air bertemu dengan udara dingin, titik-titik yang terbentuk bergabung bersama. Mereka menjadi terlalu berat untuk ditahan oleh udara dan jatuh ke tanah dalam bentuk hujan.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian ujan dapat menguap kembali ke udara. Bentuk air hujan kecil adalah hampir bulat, sedangkan yang besar lebih ceper seperti burger, dan yang lebih besar lagi berbentuk payung terjun. Hujan besar memiliki kecepatan jatuhnya air yang tinggi sehingga terkadang terasa sakit jika mengenai anggota badan kita.

Sumber :
  • Ensiklopedi Eksperimen Sains Lengkap Seri Udara dan Air 
  • http://organisasi.org